Pages

Kamis, 15 April 2010

dan hujan pun berhenti


Dan Hujan pun Berhenti, karya Farida Susanty

"Hei! Kenapa menggantungkan itu?"
"Biar hujan nggak turun."
"Memangnya kenapa kalau turun?"
"Aku akan keburu mati sebelum aku bunuh diri."
"Kamu mau bunuh diri?"
"Ya, asal nggak hujan."
"…"

Itulah line pembuka yang mengisi halaman pertama buku ini. Line penting
yang berpengaruh besar terhadap takdir tokoh-tokohnya, yang tentu saja
berkaitan dengan hujan.Adalah Leo, seorang anak SMA yang baru saja
dipukuli, yang tiba-tiba saja melihat seorang gadis yang sedang
menggantungkan teru-teru bozu–penangkal hujan–di pohon sebelahnya.
Ia, saking herannya, tanpa sadar bertanya pada gadis itu tentang apa
yang sedang gadis itu lakukan. Dan gadis itu berkata ia melakukannya
untuk persiapan bunuh diri!

Sebenarnya Leo ingin melupakannya; dia terlalu skeptis untuk mengurusi
orang lain. Sejak ia kabur dari rumah setelah kepergian teman
pertamanya, Leo sudah tidak peduli lagi pada apapun. Ia sudah permanen
memakai topeng tersenyum di wajahnya, menghasilkan imej maya
itu–dirinya yang cuek, enerjik, sinis, liar, dan brutal. Sesuatu yang
ia pakai di permukaan agar tampak bahagia selalu, menutupi
keantisosialannya yang tersembunyi dalam dirinya. Kebencian dan
ketidakpercayaannya pada dunia.

Tapi Leo ternyata benar-benar tidak bisa mengabaikannya. Ia bertemu
dengan gadis itu lagi di kamar mandi sekolahnya, saat gadis itu sedang
mencoba bunuh diri! Leo awalnya enggan untuk menyelamatkan gadis itu.
Tapi setelah percakapan singkat sebelum kematian gadis itu, ternyata
sesuatu berjalan di luar rencananya: gadis itu ternyata mirip dengan
teman pertamanya…

Disadarinya atau tidak, di sanalah semuanya berubah. Di sanalah titik
balik segala masalah Leo. Yang akan mengorek kembali masa lalunya,
maupun masa lalu gadis itu. Yang akan mengusik sisi-sisi mereka yang
terdalam. Yang membenturkan secara brutal apa-apa yang selama ini
mereka percayai. Menghasilkan hubungan "benci-terikat" yang kompleks,
yang tidak bisa Leo hindari. Segala rasa sakit, rasa hangat, kasih
sayang, kebencian, dan pengkhianatan, mewarnai penuh hubungan rapuh
mereka. Baik antara Leo dengan gadis itu, Spiza, maupun dengan
orang-orang di sekitar mereka. Yang mengubah jalan hidup mereka
selamanya.

Dan di atas segalanya, hanya satu yang bisa Leo pegang,yaitu dirinya
dan Spiza, adalah orang-orang yang sama-sama tidak bahagia, dan
sama-sama membenci hujan.Dan hanya itulah yang bisa mereka mengerti
bersama, tanpa bisa dibagi pada dunia.

comments :
bagus banget! beda banget! pokonya ngelawan arus , beda ama yg kita pikirin.
BEDA
harus baca!

1 quote yg plg aq suka : life was like a box of chocolates you never know what your gonna get

buat yg suka bhasa perancis dan jepang .. nyari buku yg beda .. nantang arus .. pick this up!

http://emo.huhiho.com flyingdutchgirl *

0 comments:

Poskan Komentar

komen yaaa :)

http://emo.huhiho.com flyingdutchgirl *
Ada kesalahan di dalam gadget ini